Presiden Rusia Vladimir Putin
menyebut kalau ada kedamaian di Ukraina maka tragedi penembakan pesawat Malaysia Airlines MH17 tidak seharusnya terjadi. Dia menyindir konflik antara militer Ukraina dengan para separatis menjadi penyebab yang harus disalahkan.
"Tragedi ini tidak akan terjadi, jika ada perdamaian di tanah itu. Dalam hal apapun, jika operasi militer di tenggara Ukraina belum diperbarui," kata Putin seperti dikutip CNN, Jumat (18/7/2014).
Dengan tragedi ini, Putin pun melihat ada sisi yang harus dipikul pemerintah Ukraina. "Tanpa keraguan, pemerintah memikul tanggung jawab atas tragedi menakutkan ini," ujarnya.
Namun, justru sebaliknya kalau pejabat Ukraina menuding jika separatis pro Rusia yang berada di balik tragedi mengenaskan ini. Kepala Keamanan Ukraina Valentyn Nalyvaichenko menuduh dua perwira intelijen militer Rusia terlibat dalam tragedi ini dan perlu dihukum karena kejahatannya. Hal ini menurutnya berdasarkan bukti penyadapan percakapan telepon.
"Sekarang Anda tahu yang melakukan kejahatan ini. Kami akan melakukan segalanya untuk yang melakukan kejahatan ini harus dihukum," sebutnya.
Seperti diberitakan, MH17 jenis Boeing 777 terbang dari Amsterdam, Belanda menuju Bandara Internasional Kuala Lumpur, Malaysia. Penerbangan ini membawa 280 penumpang dan 15 kru pesawat. Pesawat nahas itu dikabarkan ditembak dengan roket dan semua penumpang di dalamnya dinyatakan tewas pada Kamis (17/7/2014). Belum diketahui pihak yang bertanggung jawab terkait penembakan pesawat sipil dengan total 295 penumpang itu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar